08 Agustus 2010

Penembak Warga Manokwari Gunakan Senjata Laras Panjang

Manokwari: Pelaku penembakan di Kampung Teheyep, Distrik Tanah Rubuh, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, adalah tiga lelaki yang mengunakan senjata laras panjang. Keterangan itu diketahui dari seorang saksi yang melihat langsung peristiwa penembakan terhadap Yakobus Warfandu, minggu (8/8) pagi.

Saksi bernama Kartini, yang ternyata adalah keponakan korban. Menurut perempuan itu, penembakan terhadap Yakobus terjadi tadi pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat (bukan pada Sabtu (7/8) sore). Ketika mendengar letusan senjata, Kartini bergegas keluar rumah. Dia sempat melihat tiga orang kabur masuk hutan dengan menenteng senjata laras panjang.

Menurut Kartini, Yakobus tewas dengan luka tembak di leher. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Manokwari sekitar pukul 08.00. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manokwari Ajun Komisaris Fidelis Timoranto, kemudian melakukan penyisiran untuk mengejar pelaku.

Kepala Kepolisian Resor Manokwari Ajun Komisaris Besar Bambang Ricky, mengatakan polisi masih menyelidiki jenis senjata yang digunakan penyerang, dan identitas kelompok bersenjata ini. Berbeda dengan pengakuan Kartini, menurut Bambang korban Yakobus tewas dengan luka tembak di punggung. “Belum bisa diidentifikasi, pelaku melarikan diri,” kata Bambang.

Menurut Bambang situasi keamanan Kota Manokwari masih kondusif dan tidak terpengaruh penyerangan bersenjata yang menewaskan seorang warga ini. “Polisi masih menyelidiki, dan melakukan penyisiran dipimpin Kasat Serse, mereka masih di lokasi,” kata Bambang.

Sebelumnya, Jumat (6/8) sore, penyerangan dengan senjata laras panjang juga terjadi di Kampung Jigonikme, Distrik Jigonikme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Akibat penyerangan ini Wekinus Wonda, 35 tahun, menderita luka serius di bagian kaki.

Kepala Kepolisian Resor Puncak Jaya, Ajun Komisaris Besar Alex Korwa mengatakan menurut keterangan Wekinus, penyerang menembak dengan senjata lars panjang jenis M16. Hingga kini, polisi belum dapat memastikan identitas kelompok bersenjata yang semakin sering melakukan penyerangan terhadap warga di beberapa wilayah Papua.

Tidak ada komentar: