05 Januari 2009

BMG,Kemunkinan masih ada Gempa susulan

Gempa berkekuatan di atas 5 SR telah terjadi sebanyak 49 kali di Manokwari,Papua Barat. Diperkirakan gempa susulan masih akan terus terjadi hingga Selasa 6 Januari besok.

Penilaian tersebut disampaikan Kepala Pusat Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika Suharjono di Jakarta, Senin (5/1/2009).

Dia mengatakan, gempa susulan terjadi karena adanya pelepasan energi akibat terjadinya penyesuaian keseimbangan setelah lepasnya dari keseimbangan pertama.

Kemungkinan ini (gempa) akan terjadi 2-3 hari 2-3 hari,? kata Suharjono.

Makanya, dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menghadapi gempa susulan tersebut.



Sumber : Koran Seputar Indonesia

Warga Manokwari, tinggal diluar rumah

Ribuan orang tidak mau kembali ke rumahnya di Manokwari menyusul gempa bumi berkekuatan tinggi dan getarangan gempa yang masih dirasakan.
Masyarakat khawatir bangunan tempat tinggal mereka ambruk setelah getaran susulan masih dirasakan.
Sedikitnya satu orang meninggal dan 50 lainya luka parah akibat gempa yang dirasakan mulai hari Minggu dengan guncangan paling kuat mencapai angka 7,6 skala Richter.
Direktur Korban Bencana Alam Departemen Sosial Andi Handinanto menjelaskan kepada BBC, bantuan pemerintah diprioritaskan untuk tempat tinggal sementara berupa tenda.
"Diharapkan untuk sementara membantu masyarakat yang belum mau tinggal di rumah karena gempa masih terjadi," katanya setelah mengunjungi Manokwari.
"Masyarakat masih trauma, sebagian mengungsi ke beberapa titik, ada yang di lapangan dan bukit-bukit," tambahnya.
Khawatir ambruk
Muncul kekhawatiran sejumlah gedung akan ambruk dalam beberapa hari mendatang.
Relawan di Manokwari mengatakan ribuan orang pindah ke tenda-tenda yang dibangun pemerintah atau hanya tidur di depan rumah mereka.
Masyarakat khawatir akan banyak gedung ambruk lagi.
Seorang pejabat mengatakan hampir 500 rumah di Manokwari rusak berat dan dikhawatirkan ambruk.
Sejumlah jebatan rusak dan ambruk serta aliran listrik terputus.
Direktur Korban Bencana Alam Departemen Sosial Andi Handinanto juga menambahkan, pemerintah Indonesia sudah mengirimkan dua pesawat yang memuat bantuan lebih dari 15 ton.
Bantuan ini, katanya, akan diberikan sambil menunggu kepastian dari Badan Meteorologi dan Geofisika tentang kondisi gempa.
Selain soal makanan dan tempat tinggal, masalah lain yang muncul adalah mengenai persediaan air bersih.
"Satkorlak setempat mengerahkan bantun sementara berupa truk tanki untuk memasok air bagi masyarakat," kata Andi Handinanto.

03 Januari 2009

"Penulis" Lagu Marley tutup usia

Seniman reggae Bob Marley berteman baik dengan Vincent Ford Penulis lagu yang disebut bekerjasama dengan musisi Bob Marley untuk menulis lagu klasik No Woman, No Cry, Vincent Ford telah meninggal dunia pada usia 68 tahun.

Ford harus merelakan kedua kakinya diamputasi akibat diabetes, dan meninggal di rumah sakit akibat komplikasi, kata jurubicara Bob Marley Foundation.
Lagunya yang sangat laris muncul di album seniman reggae legendaris, Bob Marley Natty Dread tahun 1974.
Lagu No Woman No mungkin yang paling terkenal dari legenda reggae asal Jamaica, Bob Marley.
Namun orang yang mendapat kredit sebagai penulis No Woman No Cry tidak seterkenal Marley.
Vincent Ford hidup tanpa dikenal banyak orang di Trench Town, yang merupakan kawasan miskin di Kingston.
Sepanjang hidupnya dia mengelola warung sup di tempat tersebut. Dan disitulah dia berkenalan dengan Bom Marley pada awal 1960-an dan mereka berteman baik.
Beberapa orang di Trench Town bahkan mengatakan Vincent Ford yang mengajari Bob Marley main gitar.
Kontroversi
Ford juga menulis tiga lirik dalam album Marley tahun 1976, Rastaman.
Namun kontroversi masih terus berlanjut hingga saat ini di dunia musik soal apakah memang Vincent Ford yang benar-benar menulis lirik bagi lagu-lagu karya Marley.
Beberapa pengamat musik mengatakan Bob Marley mungkin ingin memberi dukungan keuangan kepada temannya yang miskin itu lewat royalti dari No Woman No Cry sehingga dia juga memberi kredit kepada nama Vincent Ford sebagai komposer.
Benar atau tidak, yang jelas Ford tidak pernah menjadi kaya dan meninggal setelah bertahun-tahun menderita diabetes.
Bagaimanapun lagu yang terikat pada namanya tetap hidup dan merupakan salah satu lagu yang paling banyak diliput dalam dunia musik hingga lama setelah kematian Marley pada tahun 1981.