25 Desember 2008

4 Pemain Asal Papua, Perkuat Timnas Pra Piala Asia 2011

Pelatih Timnas Indonesia, Benny Dolo memanggil beberapa muka baru untuk persiapan menghadapi Pra Piala Asia 2011. Dalam rilis resminya yang dikeluarkan Selasa (23/12) ini, Benny Dolo memanggil 27 pemain. Arif Suyono menjadi satu-satunya pemain Arema yang dipanggil untuk timnas pada kualifikasi Piala Asia 2011. Mereka akan mulai menjalani pelatnas pada tanggal 27 Desember 2008 di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

PSSI, kembali memanggil 4 Pemain asal Papua masing-masing Richardo Salampesy ( Persipura ), Boas Salossa ( Persipura ), Pieter Rumaropen ( Persiwa ) dan Ellie Aiboy

Pada Pra Piala Asia 2011, Indonesia tergabung di Grup B bersama Australia, Oman dan Kuwait. Pertandingan perdana, Indonesia akan bertandang ke kandang Oman, 19 Januari 2009. “Kami harus berangkat lebih awal agar pemain bisa menyesuaikan diri dengan suhu di Oman yang bisa turun sampai 10 derajat Celsius pada malam hari,” ungkap Benny Dolo.

Rencananya, timnas akan bertolak ke Oman, 12 Januari 2009. Sebelum bertanding lawan Oman, pasukan Benny Dolo akan menggelar satu kali uji coba kontra tim lokal di Oman, yang dijadwalkan 15 Januari 2009.

Semoga dengan hadirnya 4 Pemaian asal Papua ini, bisa meperoleh hasil yang memuaskan.

20 Desember 2008

Penolakan UU Pornografi Dapat Perhatian Dunia

Penolakan atas diberlakukannya Undang Undang Pornografi di Indonesia yang ditengarai berbau SARA, kini menjadi perhatian dunia.

Sejumlah negara yang ambil bagian dalam Green Park Meeting (GPM) di London, Inggris, menyatakan dukungannya terhadap sebagian masyarakat Indonesia yang akan mengajukan "judicial review" atas undang-undang tersebut.

Dr Shri IGN Arya Vedakarna MWS, tokoh muda Hindu Indonesia yang hadir dalam pertemuan internasional itu, ketika dihubungi ANTARA dari Denpasar, Minggu mengatakan, para tokoh Hindu dari sejumlah negara yang hadir dalam GPM, menyatakan dukungannya atas adanya aksi penolakan terhadap diberlakukannya UU Pornografi di tanah air.

Negara yang secara tegas menyatakan dukungan seperti itu antara lain Amerika Serikat, Inggris, India, Srilangka, Suriname, Belanda dan Nepal, ucapnya.

Vedakarna menyebutkan, dalam sebuah seni internasional di arena GPM yang diikuti puluhan negara, delegasi Indonesia berhasil membawakan agenda UU Pornografi yang tercium berbau SARA.

Dalam pembahasan tentang hal tersebut, para tokoh Hindu dunia yang berasal dari sejumlah negara, dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap sebagian rakyat Indonesia yang kini gigih menolak UU tersebut.

Dukungan tidak hanya disampaikan secara lisan di hadapan peserta pertemuan, tetapi juga lewat lembaran tertulis yang ditandatangani puluhan tokoh Hindu dunia, ujar Vedakarna yang juga President The Soekarno Center.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, para tokoh Hindu sepakat mengunakan jalur diplomasi untuk ambil bagian dalam menolak diberlakukannya UU yang tidak menghormati keragaman itu di Indonesia.

"Mereka sepakat untuk menggunakan kekuatan diplomasi tanpa kekerasan dalam upaya `mengusir` undang-undang tersebut dari negeri yang kita cintai ini," ujar Vedakarna menjelaskan.

Sementara Koordinator Komponen Rakyat Bali (KRB) Drs IG Ngurah Harta yang dihubungi terpisah, mengatakan bahwa pihaknya akan secepatnya menyampaikan "judicial review" ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas diberlakukannya UU Pornografi di negeri yang kaya dengan keragaman ini.

"Draf judicial review kini masih dalam penyempurnaan untuk secepatnya dapat diajukan ke MK," kata Ngurah Harta menjelaskan.

Ia menyebutkan, melalui pengajuan judicial review , UU Pornografi yang tidak menghormati keragaman itu diharapkan dapat dibatalkan.

"Kita harapkan UU tersebut dapat dibatalkan, atau paling tidak ada perubahan atas pasal-pasal yang sangat diskriminatif," katanya.

Dikatakan, dalam menyampaikan "judicial review", KRB telah menunjuk tim advokasi dengan didampingi staf pengarah ahli Dewa Palguna SH MH, yang adalah mantan hakim pada MK. (antara.co.id)

16 Desember 2008

Aristoles dan Misteri Penghilangan Lain

papua-misterius.jpgPenghilangan orang tetap berlangsung di Papua. Kasus demi kasus terus terjadi dan terakhir adalah penghilangan mahasiswi Maria Tenggrato, Oktober lalu. Banyaknya misteri penghilangan orang memaksa Komnas HAM membuka kembali hilangnya Aristoteles, supir ketua Presidium Dewan Papua, Theys Hiyo Eluay yang tewas. Apakah pembukaan kembali kasus tersebut dapat menjadi kunci bagi upaya menguak kasus orang hilang di Papua. Dan apa saja yang terjadi seputar kasus hilangnya Maria Tenggrato? Ikuti wawancara Radio Nederland Weredomroep dengan dua aktivis Aloysius Renwarin dan Obet Rawar:

Dari calon tentara
Obet Rawar [OR]: Pada 1 Oktober lalu, sekitar jam delapan malam oleh keluarga dinyatakan resmi bahwa Maria Tenggrato dinyatakan hilang setelah dari sore sekitar jam lima, Maria mendapat sms bahwa ia akan bertemu dengan temannya. Pada saat percakapan Maria Tenggrato dengan temannya bahwa yang mengirim sms ini dia calon tentara kemudian sejak dia pergi dari sore itu sampai sekarang dia tidak kembali lagi setelah bertemu dengan calon ini.

Antara bulan Juli sampai itu (Oktober-red) itu ada kasus-kasus penculikan tetapi kemudian mereka yang diculik itu rata-rata selamat semua. Ada satu perempuan karena keluar di televisi di Papua sini kemudian selamat. Kemudian 26 september itu ada juga satu mahasiswi diculik dia selamat dari penculikan yang dilakukan oleh kelompok terlatih terhadap seorang mahasiswa fakultas hukum.

Belum ada investigasi
Aloysius Renwarin(AR):
Soal orang hilang di Papua itu kan sudah berlangsung lama salah satunya Aristoteles Masoka. Dari jumlah orang misalnya mahasiswa Papua atas nama Maria Tenggrato. Sehingga kejadian ini membuat Komnas HAM dan lembaga-lembaga kemanusiaan meminta tolong untuk melakukan investigasi tentang orang hilang di Papua

Radio Nederland Wereldomroe [RNW]: Sebetulnya intensitas kehilangan orang di Papua ini sekarang cenderung bagaimana? Ataukah menurun atau lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya?

AR: Memang untuk skala banyak atau kurang tentang kehilangan orang di Papua itu kan belum melakukan investigasi secara mendalam sehingga data itu kan belum ada secara maksimal. Yang jelas orang hilang ini selalu ada dan susah sekali untuk diungkapkan penyebab kematian, kehilangan itu oleh insiden apa. Kalau Aristoteles itu kan bersamaan dengan meninggalnya bapak Theys kebetulan ia saat itu sebagai supirnya.

Jawaban untuk keluarga
RNW: Apa dasar sebetulnya Komnas HAM ingin menelusuri lagi hilangnya Aristoteles ini?

Windows Media Audio MP3 Audio
Simak jawaban lengkap Aloysius Renwarin dan Obet Rawar
AR: Sebetulnya sejak kematian Aristoteles belum didapat langkah-langkah maju dari berbagai pihak hingga komnas HAM pro aktif untuk melakukan penyelidikan itu. Saya kira itu adalah hal positif untuk memberikan jawaban kepada pihak keluarganya. Karena setiap saat pihak keluarganya selalu bertanya kepada pihak Komnas HAM di Jakarta.

Ini adalah langkah awal dari Komnas HAM yang baru terpilih pada tahun yang telah dilantik ini. Mereka dapat memberi kepastian hukum bagi rakyat Papua. Pada saat mereka mengungkapkan Aristoteles Masoka yang kurang lebih hampir enam tahun terakhir ini tertutup. Belum tahu siapa penyulut kematian dan proses kematiannya. Ini akan membuka semua tabir berbagai pelanggaran HAM baik bagi orang hilang dan lain-lain begitu.

15 Desember 2008

Daftar Kabinet Obama

Di bawah ini susunan anggota kabinet dan pemerintahan presiden terpilih Barack Obama, ketika ia dilantik pada 20 Januari.

Beberapa nominasi masih membutuhkan persetujuan Senat.

Jabatan menteri dalam negeri, menteri pertanian, menteri tenaga kerja, menteri transportasi, menteri energi, menteri pendidikan, dan menteri lingkungan masih belum diumumkan, AFP melaporkan dari Chicago.

-


Wakil Presiden: Joe Biden
- Menteri Luar Negeri: Hillary Clinton
- Menteri Keuangan: Timothy Geithner
- Menteri Pertahanan: Robert Gates
- Jaksa Agung: Eric Holder
- Menteri Perdagangan: Bill Richardson
- Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan : Tom Daschle
- Menteri Perumahan dan Pembangunan Urban: Lawrence Summers
- Menteri Urusan Veteran: Jenderal Eric Ken Shinseki
- Menteri Keamanan Dalam Negeri: Janet Napolitano
- Direktur Anggaran Gedung Putih: Peter Orszag
- Penasehat Keamanan Nasional: Jenderal James Jones
- Dubes AS untuk PBB: Susan Rice
- Ketua Badan Penasehat Pemulihan Ekonomi Presiden: Paul Volcker
- Ketua Dewan Penasehat Ekonomi Gedung Putih: Christina Romer
- Ketua Dewan Kebijakan nasional: Melody Barnes
- Kepala Star Gedung Putih: Rahm Emanuel
- Kepala Penasehat: David Axelrod
- Jurubicara Gedung Putih: Robert Gibbs.

Sumber : Antara

13 Desember 2008

Dana Otsus 2,609 Trilyun



Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2009 sebesar 2,609 Trilyun mengalami penurunan 27,3 persen dibanding tahun 2008 sebesar 3,950 Trilyun, atau Besarnya setara 2 persen DAU (Dana Alokasi Umum). Demikian pidato Gubernur provinsi Papua dalam pidato pengantar Gubernur Papua yang disampaikan wakil Gubernur Papua Alex Hesegem SE tentang penyampaian nota keuangan dan rancangan pendapatan dan belanja daerah provinsi Papua tahun 2009 di ruang sidang DPRP, Jumat (12/12). Sedangkan kontribusi dana otsus menurut Gubernur terhadap total pendapatan daerah mencapai 49 persen. Adapun kata Gubernur dana otsus dialokasikan antara laian dana bantuan pemabngunan kampung (dana respek) sebesar Rp 320 Milyar. Bantuan program pembangunan daerah 8 kabupaten pemekaran baru Rp 101,914 milyar. Porsi kabupaten dan kota se-provinsi Papua sebesar Rp 1,32 trilyun atau 60 persen. Sedangkan untuk membiayai urusan pemerintah yang bersifat wajib dan pilihan sesuai amanat UU nomor 21 tahun 2001 tentang otsus bagi provinsi Papua sebesar Rp 875,152 milyar atau 40 persen.

Komponen pendapatan dari tambahan infrastruktur dalam rangka otsus mengalami peningkatan sebesar 142 persen, 2008 sebesar Rp 330 milyar, 2009 naik menjadi 800 milyar. Dana tambahan infrastruktur terhadap total pendapatan daerah mencapai 15 persen.

‘’Dana tambahan infratruktur ini dialokasikan untuk membiayai penyelenggaraan program pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan aksebilitas antar wilayah di provinsi Papua,’’ katanya.

Jumlah belanja daerah mengalami penurunan sebesar 5,63 persen, dari sebesar Rp 5,448 trilyun tahun 2008 menjadi sebesar Rp 5,14 trilyun tahun 2009. Komposisi belanja daerah dengan proporsi 61,3 persen atau sebesar Rp 3,152 trilyun dialokasikan untuk belanja tidak langsung dan 38,7 persen atau sebesar Rp 1,98 trilyun untuk belanja langsung.

Berdasarkan proyeksi pendapatan dan alokasi belanja daerah sebagaimana diuraikan di atas, maka APBD provinsi Papua tahun anggaran 2009 mengalami surplus sebesar Rp 180 milyar.

‘’Surplus ini selanjutnya dialokasikan untuk membiaya beban pembiayaan daerah berupaya pembentukan dana cadangan, penyertaan modal dan lain-lain investasi ,’’tukasnya.

Dikatakan, tahun anggaran 2009 ini pemerintah provinsi Papua tetap pada fokus pada rakyat yaitu perbaikan mutu hidup manusia Papua, khususnya mereka yang bermukim di kampung-kampung terpencil, dibalik gunung-gunung yang tinggi, dilembah-lembah, didaerah berawa dan pinggiran sungai, dipesisir pantai dan dipulau-pulau.

Pada tahun anggaran 2007 hingga 2008 pemprov sudah meyalurkan dana tunai yang kita sebut block grant dan dikelola oleh rakyat Papua di kampung-kampung, melalui suatu perencenaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban oleh mereka sendiri dan dilakukan secara partisipatif.


The Raja Ampat Islands, In the Heart of the Coral Triangle

Cockatoo Leaffish, Raja Ampat - photo courtesy of friends of Pindito

The Raja Ampat, or Four Kings Archipelago encompasses more than 9.8 million acres of land and sea off the northwestern tip of Indonesia's West Papua Province. Raja Ampat includes the four large islands of Waigeo, Batanta, Salawati, and Misool, plus hundreds of smaller islands. The archipelago is part of an area known as the Bird's Head functional seascape, which also contains Cenderawasih Bay, the largest marine national park in Indonesia.

Located in the Coral Triangle, the heart of the world's coral reef biodiversity, the seas around Raja Ampat are possibly the richest in the world. The area's massive coral colonies show that its reefs are resistant to threats like coral bleaching and disease - threats that now jeopardise the survival of corals around the world. In addition, Raja Ampat's strong ocean currents sweep coral larvae across the Indian and Pacific Oceans to replenish other reef ecosystems. Raja Ampat's coral diversity, resilience, and ability to replenish reefs make it a global priority for marine protection.

Survey Confirms Highest Marine Biodiversity on Earth

In 2002, The Nature Conservancy and our partners conducted a scientific survey of the Raja Ampat Islands to collect information on its marine ecosystems, mangroves, and forests. The survey brought Raja Ampat's total number of confirmed corals to 537 species - an incredible 75% of all known coral species. In addition, 828 fish species were recorded, raising the known total for Raja Ampat to an amazing 1,074. On land, the survey found lush forests, rare plants, limestone outcroppings, and nesting beaches for thousands of sea turtles.

Though human impacts here are less severe than elsewhere in Indonesia, Raja Ampat's natural resources are endangered by overfishing and destructive fishing, turtle poaching, and unsustainable logging. The Indonesian government recently established Raja Ampat as a separate administrative unit, which will give communities a greater say in managing the natural resources upon which their livelihoods depend. This structure also offers an important opportunity to include conservation in the spatial planning of the newly formed local government.

Ensuring Conservation Through Partnerships

Chromodoris nudibranch - photo courtesy of friends of Pindito

To address these issues, the Conservancy launched a new project to protect Raja Ampat, working in close partnership with the government and communities to:

  1. contribute to a comprehensive conservation action plan to protect Raja Ampat's reefs and forests;
  2. help incorporate marine protected area management into long-term planning and policy; and,
  3. establish a network of marine protected areas for Raja Ampat.

The Conservancy's ultimate goal is to protect Raja Ampat's magnificent reefs while sustaining the livelihoods of local people.

For further information, please contact:

The Nature Conservancy
Coral Triangle Centre
Jalan Pengembak No. 2
Sanur, Bali, 80228
Indonesia
tel +62.361.287.272
fax +62.361.270.737
email info@coraltrianglecenter.org | www.coraltrianglecenter.org | www.nature.org

The Nature Conservancy is a private, international, non-profit organization that preserves plants, animals and natural communities representing the diversity of life on Earth by protecting the lands and waters they need to survive. To date, the Conservancy and its more than one million members have been responsible for the protection of more than 14 million acres in the United States and have helped preserve more than 80 million acres in Latin America, the Caribbean, Asia and the Pacific. On the web at www.nature.org.

08 Desember 2008

Sekolah Gratis di Swedia

(Janto Marzuki-Stockholm)*

Zev yang baik, Adakah sekolah yang ’gratis’ di dunia ini? Mungkin ada, mungkin tidak. Terbayang kalau saya membaca biaya yang diperlukan oleh orang tua di Indonesia untuk dapat menyekolahkan anaknya. Untuk TK perlu berapa juta, SD yang top berapa juta, belum nanti SMP-nya dan kemudian SMA-nya demikian juga, terus belum kalau ingin melanjutkan ke PT … minta ampun.

Adakah alternatif bagi orang tua yang menginginkan anaknya untuk dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi? Saya mencoba kali ini untuk menulis dan berbagi cerita tentang keadaan sekolah di Swedia. Mungkin
dapat ini dijadikan sebagai tambahan wawasan.

Banyak yang mengeluh, sekolah mahal di Indonesia. Semakin tinggi tingkatannya, semakin besar biaya yang perlu diadakan. Beberapa pencinta KoKi ada yang ingin tahu, dan antara lain juga lewat japri menanyakan ke saya bagaimana untuk dapat belajar/sekolah di LN, terutama cara mendapatkan beasiswa.

Tentunya setiap PT dan negara mempunyai aturan sendiri-sendiri. Saya berusaha menulis yang saya ketahui keadaan di Swedia, dan sebisa saya. Untuk kebenaran 100%-nya, dan yang ‘up to date’, tentunya silahkan anda re-check atau hubungi ke/dengan instansi yang bersangkutan.

Biaya hidup sehari-hari termasuk mahal tinggal di Swedia. Dibalik itu, prinsipnya sampai hari ini sekolah mulai dari SD sampai SMA ‘gratis’ tanpa dipungut biaya disini. Malahan buku dipinjami, buku tulis serta pensil dikasih. Banyak sekolah yang menawarkan makan siang gratis, ini tergantung kecamatan mana kita sekolah. Lunch gratis, biasanya tergantung politik dari daerahnya, jadi tidak tergantung daerahnya kaya atau miskin. Masih belum habis disini, anak yang sekolah mendapatkan tunjangan sekolah sebesar sekitar 900 Skr (120 USD)/bulan. Tunjangan tentunya hanya dikasihkan ke mereka yang mempunyai ijin tinggal (Permanent Resident) saja, atau memiliki Person Number (nr induk tunggal) Swedia. Bukan maksud saya ‘iming-iming’, kenyataannya memang begitu.

Sedangkan sebagai mahasiswa di PT, sampai hari ini juga ‘gratis’, dalam arti tidak ada biaya pendaftaran tidak ada uang bangku maupun uang semester. Ini berlaku secara umum semua PT di Swedia. Yang ada adalah iuran kesejahteraan mahasiswa, yang biasanya diurus oleh persatuan/dewan mahasiswa dan uangnya digunakan untuk informasi ke/dari mahasiswa, biaya ujian, pesta yang ada kaitannya dengan sekolahan, dan yang besarnya iurannya relatif murah, kurang dari 500 SKr(65 USD)/semester. PT di Swedia mendapatkan biaya pendidikan yang diperlukan dari negara, dan besar biaya yang didapat sesuai dengan jumlah murid yang mengikuti program/jurusan tsb. Jadi kalau program disalah satu PT dihapus atau ditutup, bukan oleh karena tidak ada biaya untuk mengadakan programnya, tetapi oleh karena program di PT tsb terlalu sedikit peminatnya, atau kekurangan murid.

Yang menjadi masalah untuk student asing, untuk dapat memulai kuliah di tingkatan S1 atau tingkatan Diploma, diharuskan lulus bhs Swedianya untuk tingkatan SMA. Bahasa Swedia menurut saya lebih susah daripada bahasa Inggris. Kecuali bagi mereka yang pernah belajar atau dapat berbahasa Jerman atau Belanda sebelumnya, oleh karena bahasa-bahasa tersebut masih satu keluarga. Kemampuan Bahasa Swedia ada bermacam tingkatan, kalau anaknya kurang ‘senang’ belajar bahasa, untuk dapat lulus tingkatan SMA perlu waktu antara 2-3 th!

Jadi memang bhs Swedia relatif susah. Sedangkan di kehidupan sehari-hari tidak masalah dengan memakai bahasa Inggris, orang Swedia rata rata bagus bhs Inggrisnya. Kebanyakan penduduk Swedia dapat menggunakan bahasa Inggris dengan baik, apalagi anak sekolah. Sopir bus, sopir taxi, polisi, tukang parkir, pak pos, tukang sampah atau kasir di supermarket dapat berbahasa Inggris di Swedia. Kemampuan berbahasa Inggris bagi pelajar di Swedia lulusan SMA atau mahasiswa relatif bagus sehingga bagi mereka tidak diperlukan lagi nilai Toefl kalau mereka ingin belajar ke LN atau mengikuti program exchange.

Untuk tingkatan S2, lain lagi di Swedia, banyak program yang kuliahnya diberikan dalam bhs Inggris dan biasanya program tsb ada kaitannya dengan negara berkembang. Jadi untuk itu kemampuan bhs Swedia tidak menjadi persyaratan.

Banyak mahasiswa Indonesia yang mengambil program ini. Beasiswa dapat diperoleh langsung lewat sitenya PT di Swedia atau dapat dicari antara lain di links terlampir, dapat juga minta atau tanya ke Kedutaan Swedia di Jakarta. Saya yakin mereka dapat membantunya. Alternatif lain, beberapa PT di Indonesia mempunyai kerja sama dengan PT di Swedia, misalnya saja yang saya tahu UGM (terutama teknik) di Yogya mempunyai kerja sama dengan Chalmers University (juga hanya teknik) di Gothenburg, Swedia.

Sedangkan kalau ikut ’program exchange’, dari luar negeri dan ingin ke Swedia lain lagi. Biasanya dimana anak belajar disalah satu PT, setelah masuk minimum semester ke 5 dapat mengajukan untuk belajar di LN antara lain di Swedia. Tentunya kalau PT tsb memiliki kerja sama dengan PT di Swedia. Setahu saya, cara ini tidak ada kerjasama dengan PT di Indonesia. Untuk mahasiswa Indonesia, biasanya harus lulus S1-nya. Kalau dengan negara lain ada, mis. dengan Australia.

Pendidikan tingkat ‘Kandidat’ di Swedia, setaraf S1 di Indonesia memerlukan 120 points, sudah termasuk menulis thesis (10 p) sekitar 3 th. Untuk tingkatan ‘Magister’ di Swedia, setaraf S2 di Indonesia perlu 60 atau 80 points lagi setelah ‘Kandidat’, juga termasuk thesis (20 p) dan perlu waktu sekitar 1,5 – 2 th. Mulai th 2007, PT di Swedia akan mengikuti aturan EU, sehingga seperti KTH (Royal Institute Technology) untuk mendapatkan ‘Master Engineering’ perlu total 200 points (sebelumnya 180 p) atau 5 th. Untuk mengambil S3 atau ‘Doktor’-examen biasa 4 th lagi setelah ‘Magister’.

Di Swedia mengambil S3, biasanya sponsor dari industri atau perusahaan dan judul atau titel nya juga yang ada kaitannya dengan yang diperlukan oleh industri/perusahaan yang mengkasih sponsor tsb. Biaya untuk hidup sebagai mahasiswa di Swedia, sebagai patokan yaitu sesuai dengan beasiswa yang didapat oleh setiap anak Swedia yang mengajukannya sekitar 7300 Skr/bulannya (USD 1000) dari negara. Dari jumlah tsb 60% hutang, dan harus dikembalikan nanti kalau sudah bekerja dan yang 40% berupa sumbangan/tunjangan dari negara. Ukuran yang sebesar itu biasanya yang ditanyakan oleh pemerintah Swedia (imigrasi via Kedutaan) sebagai ukuran dan pertanggungan jawab untuk mahasiswa asing dapat belajar dan tinggal di Swedia. Setahu saya, mahasiswa asing tidak harus membuka account khusus dan yang harus ditunjukkan setiap bulannya, tapi biasanya cukup sekali saja sewaktu mengajukan visa atau perpanjangan visa nanti. Sedangkan secara kenyataan, bagi kita orang Indonesia, dapat kita tekan pengeluaran se minimal mungkin.

Jumlah biaya di atas, pemerintah Swedia menghitung dari biaya yang diperlukan bagi seorang mahasiswa Swedia untuk beli buku, makan standard, tiket transport bulanan, tiket teater, biaya tilpun, langganan koran, TV, kadang pesta, sekali-kali makan diluar. Saya tebak, bagi mahasiswa Indonesia, dengan 4000-4500 Swkr/bulan dapat hidup, ini sudah termasuk biaya tempat tinggal dan hidup sehari-hari termasuk uang kesejahteraan mahasiswa.

Kalau mau belajar dari orang kita yang sudah lama tinggal dikota/daerah tsb, akan lebih gampang untuk dapat belanja di toko alternatif/murah. Tambahan biaya yang diperlukan, dapat ditutupi dengan misalnya bekerja part time sewaktu weekend atau liburan.

Kedengarannya mahal hidup dan belajar di Swedia, tapi banyak mahasiswa kita yang pernah membandingkan dengan kalau belajar di negara lain spt Jerman, ternyata jatuhnya ya tidak terpaut banyak. Kebanyakan mahasiswa kita yang berada di Stockholm, belajar di KTH Kungliga Tekniska Högskolan (Royal Institute of Technology) atau di Karolinska Institute (Medicine) atau Stockholm University. Banyak dari mereka apply langsung ke PT-nya lewat internet dan begitu pula untuk mendapatkan beasiswanya. Mahasiswa Indonesia di Swedia, paling banyak belajar di Gothenburg (University dan yang teknik di Chalmers), kota nr 2 terbesar di Swedia setelah Stockholm.

Setahu saya, mahasiswa Indonesia di Gothenburg sering saling ketemu satu dengan yang lain. Mereka juga relatif dekat dengan masyarakat Indonesia yang telah lama menetap di Gothenburg. Kota lain di Swedia yang PT-nya cukup terkenal disamping Stockholm dan Gothenburg adalah Uppsala, Lund, Linköping, Umeå dan di samping itu masih banyak PT lainnya yang tersebar di seluruh Swedia tergantung dari program atau jurusan yang ditawarkan.

Ini ada situs ‘resmi’ dalam bhs Inggris yang dapat dipelajari tentang seluk beluk belajar di Swedia. Banyak informasi yang bermanfaat didalamnya, antara lain daftar PT di Swedia juga beasiswa yang ada serta persyaratannya;
http://www.sweden.se/templates/cs/SISFrontPage____4908.aspx , http://www.sweden.se/templates/cs/CommonPage____5092.aspx

Situs Kedutaan Swedia di Jakarta;
http://www.swedenabroad.com/pages/start____16562.asp

Situs KBRI di Stockholm, Swedia;
http://www.indonesiskaambassaden.se/

Kalau anda ingin tahu lebih lanjut pengalaman dari mahasiswa Indonesia di LN dan antara lain di Swedia dapat juga anda mencari informasi dari beberapa sumber antara lain dari beberapa milis yang membahas tentang mis. beasiswa.

Pakai search engine mis. Google, tulis ‘beasiswa’ dan tekan klik, anda akan menemukan milis beasiswa dan dapat anda pelajari dengan seksama di situ. Kalau ingin membaca yang lebih specifik mis. tentang Swedia, cari di antara Messages di milis tsb, Search = Swedia dan klik Search (kalau milisnya Yahoo Groups). Tentunya harus sedikit telaten dan perlu waktu.

Ma’af mungkin kedengarannya agak teknis, tapi gampang kok, silahkan coba. Semoga bermanfa’at.

Sebetulnya, di Swedia tidak ada yang ‘gratis’, termasuk untuk sekolah. Pendidikan perlu biaya yang besar. Negara memerlukan biaya tsb dan berhasil mendapatkannya dari penarikan pajak dari penduduknya yang bekerja, termasuk dari saya. Hanya saja, uang yang terkumpul kembali lagi ke masyarakat berupa service dari pemerintah kependuduknya, tanpa terjadi banyak ‘kebocoran’ di jalan.

Anak India, Pakistan dan China banyak sekali yang memanfaatkan kesempatan sekolah ‘gratis’ di Swedia ini. Akhir-akhir ini ada suara dari banyak kalangan di Swedia yang menginginkan untuk tidak meng-‘gratis’-kan lagi
belajar terutama di PT bagi mahasiswa asing (yang tidak mempunyai Person Number atau ijin tinggal dan tidak ikut
membayar pajak) di Swedia. Ada juga benarnya, terutama bagi kami yang telah membayar pajak ke negara yang cukup tinggi dan menyumbang untuk kesejahteraan rakyat dan negara Swedia.

Ini kalau kita mau egois loh…

Salam hangat:
Janto Marzuki (merasa masih terlalu banyak yang belum tahu) Stockholm – Swedia

*Artikel ini dari Kompas, dikirim ke Redaksi Situs Yaahowu oleh Autha Z. (Trier) .

mudah-mudahan memotifasi Anak-anak Papua, Salam Cinta Papua

07 Desember 2008

Sejarah Natal

Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran "Yesus". Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katolik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu? Sebab Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.

Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul "Christmas", anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut:
"Christmas was not among the earliest festivals of Church … the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to christmas."

"Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."

Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul "Natal Day," Bapak Katolik pertama, mengakui bahwa:
"In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world."

"Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."

Encyclopedia Britannica, yang terbit tahun 1946, menjelaskan sebagai berikut:
"Christmas was not among the earliest festivals of the church… It was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority. It was picked up of afterward from paganism."

"Natal bukanlah upacar - upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala."

Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan sebagai berikut:
"Christmas…It was, according to many authorities, not celebrated in the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth…" (The "Communion," which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) "…A feast was established in memory of this event (Christ's birth) in the fourth century. In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ's birth existed."

"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut.." ("Perjamuan Suci" yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) "…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari." Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus."

Sekarang perhatikan! Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita bahwa mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga ratus tahun kemudian - jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat - upacara Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.



THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS

By Herbert W. Armstrong
Terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh Masyhud SM. dalam buku Misteri Natal.

Indonesia Urutan Ketiga Sebagai Negara Terkorup di ASEAN

Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara terkorup di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) atau urutan ketujuh di tingkat dunia.

"Posisi Indonesia terhadap penyalahgunaan keuangan negara di tingkat ASEAN berada pada urutan tiga setelah Filipina dan Thailand," kata anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wiryono Prakoso ketika bersama Ketua Tim Tipikor DPD Marwan Batubara di Denpasar, Bali, Selasa.

Saat tampil sebagai pembicara pada Sosialisasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di hadapan para kepala Dinas, Kepala Badan, utusan instansi pemerintah dan bupati/walikota se Bali, ia mengatakan korupsi dengan nilai cukup besar berpengaruh terhadap upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.

Selain itu, juga berpengaruh terhadap rendahnya mutu insfrastruktur, rendahnya pelayanan publik dan terjadinya ekonomi biaya tinggi.

Wiryono Prakoso menjelaskan, KPK lebih memberikan perhatian terhadap pelayanan publik, antara lain kantor pelayanan Samsat, Imigrasi, perpajakan dan pelayanan kesehatan.

Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menghindari terjadinya tindak pidana korupsi.

Ia mengharapkan peranserta masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama mengatasi tindakan korupsi.

Semua pelapor dan pemberi informasi mengenai tindakan koorupsi dilindungi serta ditindaklanjuti, ujar Wiryono Prakoso.

Gereja Amerika Ijinkan Umat Islam Shalat Isya dan Subuh

Sebuah gereja di Negara Bagian Wisconsin, Amerika Serikat timur laut, telah memperkenankan umat Islam melaksanakan shalat dua kali sehari.

"Kami merasa berterima kasih kepada gereja itu," kata Ajaz Qhavi, seorang tokoh Islam setempat.

Gereja Presbiterian di Kota Franklin, Wisconsin selatan, itu telah mengijinkan kaum Muslimin setempat melaksanakan shalat sebanyak lima hari dalam sepekan, tulis Journal Sentinel, seperti dilaporkan IINA.

Sejak pekan lalu, kaum Muslimin berkumpul di ruangan Sekolah Minggu gereja itu untuk melaksanakan shalat Subuh dan Isya.

Pusat Islam Milwaukee membayar biaya sewa untuk menutup pengeluaran gereja. Langkah tersebut diambil sehubungan tak adanya mesjid terdekat di kawasan itu.

Para jemaah biasanya shalat di mana saja, seperti di rumah, di luar rumah, bandara, kata Isa Sadlon, Direktur Eksekutif Pusat Islam Milwaukee.

Namun demikian, banyak umat Islam lebih suka shalat berjamaah dan lima perjalanan per hari ke mesjid sangat membebani pengeluaran mereka, kata mereka.

Tempat shalat tersebut, kata Sadlon, memungkinkan mereka untuk memenuhi kewajiban mereka dan jaraknya dekat dengan rumah atau tempat kerja mereka.

Di Kota Franklin, kini terdapat sekitar 150 keluarga Muslim.